Cerita Gowes Sungai Sepi Untuk Meditasi di Daerah Kaliurang



Saat itu saya sedang tidak ada jadwal gobar (gowes bareng) bersama teman-teman roadbike ataupun teman kantor, jadi memutuskan untuk latihan saja di weekend sekaligus mencoba rute baru tanpa direncanakan sebelumnya. Tujuannya adalah daerah Kaliurang, karena tanjakan yang cocok untuk latihan dan jalurnya yang sepi, kebetulan juga ingin mampir ke Turi Turi Coffee, berikut lokasinya https://goo.gl/maps/mcLnyd36ANLkZ8Hb8 .

Banyak Kebun Salak



Seperti biasa, start dimulai dari jam 05:15, selepas sholat suhuh, lalu mulai beres dan dan menyiapkan segala kebutuhannya. Tidak sampai 1 jam sudah ada di daerah Pakem, dan disambut semburan cahaya mentari pagi yang baru saja terbit.



Tujuan utama adalah menuju Turi-turi coffee tapi tidak lewat jalur utama, jadi saya putuskan untuk masuk-masuk ke jalanan sepi dengan patokan arah barat laut, jadi, setelah luruh barat, lalu lurs utara dan seterusnya, jalur ini saya mulai sejak dari waring ijo di Pakem https://goo.gl/maps/YAcLSWZ2EXicZphD9 . Ciri khas dari daerah Turi dan keatas adalah banyaknya kebun buah Salak, memang sih suhu disini cocok untuk menanam buah ini, karena diatas dan cukup sejuk. Bisa dibilang, hampir sepanjang jalur ini banyak dijumpai kebun Salak yang saya maksud.


Nemu Sungai Sepi


Hingga di perjalanan ada jalur semacam jembatan, tapi tidak ada pagarnya, ternyata kanan kiri ada sungai yang cukup dalam .  Tapi daerah disitu tidak ada orang sama sekali, dilihat dari jalannya yang sempit dan menajak, seperti tidak memungkinkan mobil untuk lewat disini, kecuali jika orangnnya memang ahli.





Sayapun berhenti sejenak, memarkirkan sepeda, kemudian memejamkan mata, tarik nafas panjang, lalu dihembuskan sambil mendengarkan suara alam, gemericik air, kicauan burung, suara serangga dan hembusan angin yang membuat pohon-pohon bergoyang dan menghasilkan iramanya masing-masing.


Referensi :
https://www.strava.com/activities/2565797421

Komentar